Tuesday, August 18, 2009

Forgive but not Forget

Orang bijak mengatakan bahwa memaafkan adalah kata yang paling sulit diucapkan ( dalam bahasa apapun ). Kupikir tidak sepenuhnya unkapan orang bijak itu benar, atau mungkin karena cara berpikirku yang belum melampaui tingkatan bijak.
Pada tingkat rasa tersakiti yang paling dahsyat yang pernah terjadi dalam hidupku, aku masih bisa memaafkan ( mungkin karena pura pura bijak :) ).
Entah apa yang melatarbelakangi kata maaf itu, tapi yang pasti:
- memaafkan itu sama sekali tidak mengurangi rasa sakit yang terjadi
- memaafkan itu tidak mampu mengusir kenangan yang begitu mengerikan untuk diingat
- memaafkan itu .................
Andai saja otak ku seperti hard disk yang dengan mudah bisa diformat atau dipartisi ulang, tentu hidup ini dapat kujalani dengan lebih mudah. Tapi cerita seperti itu hanya ada di dalam format komedi satire, fakta yang ada adalah aku hanya mampu memaafkan tapi tidak melupakan.
Sebuah kalimat yang (kurang) bijak yang aku cukil dari ucapan seorang tokoh antagonis :
Forgive but not Forget.

Harga yang begitu mahal untuk sebuah pengakuan

Ketika banyak orang bercita cita menjadi suatu profesi tertentu, atau mampu memiliki sesuatu. Aku justru mengambil sebuah cita cita sederhana yang mungkin bagi orang lain terlihat remeh dan mengada ada. Aku cuma ingin menyandang predikat suami, ayah dan anak yang baik.
Sederhana bukan?.... mungkin kalian tidak akan percaya jika kukatakan bahwa begitu mahal harga yang harus kubayar untuk mencapai predikat itu. Lebih mahal dari siksa diri seorang pertapa, lebih mahal dari berapapun uang yang pernah kukeluarkan.
Dan yang paling ironis adalah aku tak pernah tahu apakah aku telah menjadi suami, ayah dan anak yang baik setelah kubayar mahal semua itu.
Karena itu adalah sebuah predikat tanpa selembar surat keterangan atau ijazah yang bisa kita tunjukkan sebagai bukti.
Karena tidak ada suatu standar penilaian untuk mencapai predikat itu.
Yang ada hanya sebuah pengakuan dari orang orang tercinta yang akan menjadi pembuktian apakah aku telah menyandang predikat itu. ( yes / no )