Sunday, February 17, 2013

Teori Kucing Mati


Hidup di tanah jawa sekian tahun yang lalu , jika kita pernah menyaksikan seekor kucing yang mati tertabrak kendaraan bermotor di jalan raya, maka sang pengemudi akan berhenti dan membawa mayat kucing tersebut untuk dikuburkan secara layak.
Mungkin hal ini terjadi semata karena mitos dan takut akan terkena sial , bukan karena perasaan welas asih dan rasa bersalah dari sang pengemudi. Tapi setidaknya mitos atau ketakutan akan kesialan itu memaksa sang pengemudi untuk bertanggung jawab atas kelalaiannya. 
Coba kita bandingkan dengan saat ini , saya beberapa kali melihat bagaimana seekor kucing mati terlindas dan nampaknya sudah berhari hari yang lalu bahkan bangkai kucing itu rata dengan aspal jalan dan nyaris menyerupai dendeng. Apakah ini merupakan sebuah indikasi bahwa orang telah menjadi sedemikian rupa hingga tidak lagi perduli dengan apapun yang terjadi selama hal itu tidak berdampak langsung pada dirinya?

Thursday, February 7, 2013

Masih Adakah Orang Baik Di Dunia ini ?

Sebuah pertanyaan yang mungkin sering kita dengar atau kita ucapkan.
Mungkin sebelum kita mengucapkan pertanyaan itu sebaiknya kita tanyakan dulu sebuah pertanyaan yang lain yaitu : "Apa dan bagaimanakah yang disebut orang baik itu ?"
Mengapa perlu kita pertanyakan hal itu ?...  Di dunia ini semua orang menganggap dirinya adalah orang baik, bahkan seorang bajingan sekalipun mengatakan bahwa dirinya adalah orang baik. Orang baik adalah sebuah kata yang sering kita dengar dan ucapkan, namun sampai hari ini , sepanjang sepengetahuan saya belum ada definisi baku dan kreteria yang berlaku secara universal dan mutlak tak terbantahkan.
Yang ada selama ini adalah "orang baik" dalam berbagai versi, baik itu versi keyakinan tertentu atau kelompok kelompok tertentu.
Maka timbul keraguan dalam hati saya, bagaimana kita akan menjadi "orang baik" jika ternyata kita sendiri tidak mengerti seperti apa orang baik itu?...   :)

Sunday, September 16, 2012

Love is a fiction that we believe

Pada suatu keadaan yang paling menyakitkan dalam koridor cinta, maka pertanyaan yang mendasar akan muncul yaitu apakah sebenarnya arti cinta? mengapa bagi sebagian orang cinta itu menyenangkan dan bagi sebagian lainnya justru membawa penderitaan?
Bagi mereka yang menerima kebahagiaan dari cinta tentu saja kecil kemungkinan akan mempertanyakan pertanyaan tersebut, tapi bagi yang tengah menderita justru karena mengagungkan cinta (spt kata Ebiet G Ade) maka pertanyaan mendasar tentang arti cinta itu akan muncul.
Tidak ada suatu kajian resmi tentang arti dan range dari cinta. Cinta lebih kepada sesuatu yang abstrak bahkan termasuk dalam kategori fiksi, namun (celakanya) jutaan mahluk hidup terlanjur menyakininya bahwa cinta itu ada di sekitar kita. Karena cinta adalah sebuah fiksi, maka sah sah saja jika seseorang mengartikan cinta itu kedalam versi kesepakatannya masing masing. Ada yang mengatakan bahwa cinta itu sebuah rasa memberi dan diberi yang luar biasa (super kalo kata pak mario) , ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu adalah penderitaan, bahkan ada yang berpendapat bahwa cinta itu sebenarnya hanyalah sebuah simbiosis mutualisme. Maka sebuah kesimpulan yang bisa diambil adalah : jangan pernah memaksakan arti cinta kepada orang lain, karena mereka juga punya hak dalam memaknainya. Jangan bekutat soal makna, tapi ikutilah alirannya sepahit apapun jalan ceritanya.

Tuesday, June 15, 2010

Sepotong Video Yang Menggugat

Euforia perdebatan terjadi diberbagai media lantaran sebuah video adegan pribadi, mulai dari pembahasan tentang asli tidaknya sang artis hingga dampak sosial, moral, ranah hukum dan sederet tema pembicaraan lainnya.
Semakin dibahas kekanan dan kekiri semakin luas area kemunafikannya. Sejumlah pakar hukum mencoba membedah persoalan ini dari sisi dampak hukumnya, sejumlah pakar agama memberikan gambaran yang lebih mengerikan tentang hukuman akhiratnya. Sang artis (diduga) pelaku tidak kalah membantah dan berdalih dengan jurus ngeles yang sejujurnya malah makin mengindikasikan bahwa memang itu adalah video pribadi mereka.
Semua orang tiba tiba menjadi pintar berdalil bahkan terkesan menjadi Tuhan itu sendiri. Pakar hukum yang membidangi hukum manusia tiba-tiba ikut ikutan memasuki ranah hukum Tuhan dengan mengkibar kibarkan bendera moral.
Sebenarnya terlepas dari apakah artis itu mengakui atau tidak tentang perilakunya, aku sangat yakin bahwa sang artis sudah tak bisa lagi menikmati tidur yang pulas, belum lagi itung itungan dikemudian harinya.
Lalu mengapa manusia ini begitu doyan menghakimi dan menelanjangi dosa seseorang padahal semua ikut menikmati dosa itu (paling tidak ikut nonton atau mendownloadnya). Wilayah penegakan norma yang menjadi hak manusia barangkali cuma sebatas dampak merugikan atau tidaknya bagi sesama manusia, sedangkan sisanya adalah wilayah hukum Tuhan yang tak seharusnya kita turut campur. Bila kita bersikukuh (ngeyel) untuk ikut memasuki wilayah itu, bukannya hal itu berarti kita berlagak menjadi Tuhan itu sendiri ? Apakah hal itu berarti "mosi tidak percaya" akan kenerja sang pencipta ?
Terus terang lebih menyakitkan bagiku melihat reaksi orang orang itu ketimbang menonton sepenggal video itu. :)

Wednesday, April 28, 2010

"Sebenarnya aku telah mati ..... "

Tentu saja kalimat tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dan kejanggalan. Bagaimana mungkin seseorang yang telah mati dapat mengucapkan kalimat itu. Begitulah kebanyakan orang selalu menyikapi sebuah presepsi sebagai suatu ukuran kelayakan dan kebenaran. Namun yang sering dilupakan orang adalah ada jutaan presepsi dalam setiap kepala manusia. Aku pun memilki presepsi yang berbeda atas kata "mati". Bagiku karena manusia itu terdiri dari alam batin dan alam jasad, maka aku menganggap bahwa mati pun ada dua macam yaitu mati secara jasad dan mati secara batin.
Kebutuhan paling mendasar dari jasad untuk bertahan hidup adalah makanan, jika hal ini tidak terpenuhi maka jasad akan mati. Lalu apa yang menjadi kebutuhan paling mendasar dari batin agar batin tetap hidup?
Jawabnya adalah "keberartian"..... setiap batin manusia memerlukan rasa keberartian yang bisa digambarkan dalam sikap dibutuhkan dan dihargai, jika seorang manusia merasa tidak lagi dibutuhkan dan dihargai maka ia akan merasa tidak lagi berarti dan itu artinya "mati".

Tuesday, March 16, 2010

Save The God

Suatu hari di sebuah are publik kulihat beberapa orang berjajar dengan membawa berbagai poster.
Tulisan - tulisan semrawut nampak mengekspresikan apa yang menjadi uneg uneg mereka, dan mau tak mau mataku ikut membacanya. Mataku tak sengaja membaca sebuah tulisan yang akhirnya justru menjadi ganjalan di kepalaku. "SAVE THE GOD !!"
Pada umumnya aku melihat kata kata "selamatkan hak kami !!" atau maksud maksud lain yang sejenis dengan itu, namun kali ini kalimat itu membuatku merenung. Benarkah dijaman seperti ini semuanya nyaris punah dan tergilas, hingga Tuhan pun sampai perlu diselamatkan?
Sebentar aku merenung dan sebentar kemudian aku tersenyum kecut, mungkinkah kalimat ini yang dimaksud? "selamatkan Tuhan yang nyaris punah dari hati setiap orang yang mengaku berTuhan ......"
(Kisah ini bukan cerita sebenarnya, ini hanyalah perjalanan imajiner seorang Hiro Nakamura yang menembus ruang dan waktu jauh ke masa depan, yang bisa saja bakalan tidak terjadi ... )

Sunday, October 18, 2009

The God Theory

Tuhan Maha Pengasih... Kalimat yang sering diucapkan orang untuk mengekspresikan apa yang kita sebut dengan "iman". Tapi benarkah Tuhan Maha Pengasih?... kita sering merefleksikan Tuhan dalam karakter yang kita inginkan, yaitu yang baik baik dan indah indah saja.
Kenyataan hidup tidaklah demikian, meskipun kita telah berbuat kebaikan, mempercayai, memaafkan, mencintai, berkorban, dan sederet lagi ajaran ajaran mulia, tetap sajaj tidak membuat kita terhindar bahkan kebal dai rasa sakit dan penderitaan. Dan setiap kali penderitaan itu datang, kita bertanya:
"Mengapa semua ini terjadi padaku?.."
"Dimana letak keadilan Tuhan?.."
"Dimana Tuhan yang Maha Pengasih itu?..."
Nampaknya kita telah terlalu banyak berteori tentang Tuhan, kita membentuk sosok Tuhan sesuai dengan teori yang kita mau. Sebenarnya tida satu teoripun yang relevan dan valid dalam menyikapi misteri kebahagiaan dan penderitaan.
Fakta hidup membuat aku harus mulai untuk tidak berteori lagi tentang Tuhan, biarlah Tuhan merekayasa semaunya karena begitulah cara Tuhan menunjukkan kekuasaannya.

Friday, October 9, 2009

Pengorbanan yang terabaikan

Kemana perginya cinta yang dulu pernah kita punya, cinta yang dulu kita bayar dengan begitu banyak pengorbanan. Hanya karena satu ego saja semua pengorbanan tak ada artinya lagi.
Tak mampu kutemukan jawaban dari sejuta pertanyaan yang terus mengalir dalam kepala yang bodoh ini. Mengapa seseorang yang punya hati tega melakukan semua ini? Benarkah hitam dan putih sudah tak ada lagi? Benarkah Tuhan memang menginginkan semua ini terjadi?
Benarkah itu memang cara Tuhan menunjukkan sebagian dari kekuasaannya?
Maybe there is no God but its only Ego of us.