Tuesday, August 18, 2009

Forgive but not Forget

Orang bijak mengatakan bahwa memaafkan adalah kata yang paling sulit diucapkan ( dalam bahasa apapun ). Kupikir tidak sepenuhnya unkapan orang bijak itu benar, atau mungkin karena cara berpikirku yang belum melampaui tingkatan bijak.
Pada tingkat rasa tersakiti yang paling dahsyat yang pernah terjadi dalam hidupku, aku masih bisa memaafkan ( mungkin karena pura pura bijak :) ).
Entah apa yang melatarbelakangi kata maaf itu, tapi yang pasti:
- memaafkan itu sama sekali tidak mengurangi rasa sakit yang terjadi
- memaafkan itu tidak mampu mengusir kenangan yang begitu mengerikan untuk diingat
- memaafkan itu .................
Andai saja otak ku seperti hard disk yang dengan mudah bisa diformat atau dipartisi ulang, tentu hidup ini dapat kujalani dengan lebih mudah. Tapi cerita seperti itu hanya ada di dalam format komedi satire, fakta yang ada adalah aku hanya mampu memaafkan tapi tidak melupakan.
Sebuah kalimat yang (kurang) bijak yang aku cukil dari ucapan seorang tokoh antagonis :
Forgive but not Forget.

0 comments: