Hidup di tanah jawa sekian tahun
yang lalu , jika kita pernah menyaksikan seekor kucing yang mati tertabrak
kendaraan bermotor di jalan raya, maka sang pengemudi akan berhenti dan membawa
mayat kucing tersebut untuk dikuburkan secara layak.
Mungkin hal ini terjadi
semata karena mitos dan takut akan terkena sial , bukan karena perasaan welas
asih dan rasa bersalah dari sang pengemudi. Tapi setidaknya mitos atau
ketakutan akan kesialan itu memaksa sang pengemudi untuk bertanggung jawab atas
kelalaiannya.
Coba kita bandingkan dengan saat ini , saya beberapa kali melihat
bagaimana seekor kucing mati terlindas dan nampaknya sudah berhari hari yang
lalu bahkan bangkai kucing itu rata dengan aspal jalan dan nyaris menyerupai
dendeng. Apakah ini merupakan sebuah indikasi bahwa orang telah menjadi
sedemikian rupa hingga tidak lagi perduli dengan apapun yang terjadi selama hal
itu tidak berdampak langsung pada dirinya?
0 comments:
Post a Comment