Euforia perdebatan terjadi diberbagai media lantaran sebuah video adegan pribadi, mulai dari pembahasan tentang asli tidaknya sang artis hingga dampak sosial, moral, ranah hukum dan sederet tema pembicaraan lainnya.
Semakin dibahas kekanan dan kekiri semakin luas area kemunafikannya. Sejumlah pakar hukum mencoba membedah persoalan ini dari sisi dampak hukumnya, sejumlah pakar agama memberikan gambaran yang lebih mengerikan tentang hukuman akhiratnya. Sang artis (diduga) pelaku tidak kalah membantah dan berdalih dengan jurus ngeles yang sejujurnya malah makin mengindikasikan bahwa memang itu adalah video pribadi mereka.
Semua orang tiba tiba menjadi pintar berdalil bahkan terkesan menjadi Tuhan itu sendiri. Pakar hukum yang membidangi hukum manusia tiba-tiba ikut ikutan memasuki ranah hukum Tuhan dengan mengkibar kibarkan bendera moral.
Sebenarnya terlepas dari apakah artis itu mengakui atau tidak tentang perilakunya, aku sangat yakin bahwa sang artis sudah tak bisa lagi menikmati tidur yang pulas, belum lagi itung itungan dikemudian harinya.
Lalu mengapa manusia ini begitu doyan menghakimi dan menelanjangi dosa seseorang padahal semua ikut menikmati dosa itu (paling tidak ikut nonton atau mendownloadnya). Wilayah penegakan norma yang menjadi hak manusia barangkali cuma sebatas dampak merugikan atau tidaknya bagi sesama manusia, sedangkan sisanya adalah wilayah hukum Tuhan yang tak seharusnya kita turut campur. Bila kita bersikukuh (ngeyel) untuk ikut memasuki wilayah itu, bukannya hal itu berarti kita berlagak menjadi Tuhan itu sendiri ? Apakah hal itu berarti "mosi tidak percaya" akan kenerja sang pencipta ?
Terus terang lebih menyakitkan bagiku melihat reaksi orang orang itu ketimbang menonton sepenggal video itu. :)
Tuesday, June 15, 2010
Sepotong Video Yang Menggugat
Posted by Har at 6/15/2010 09:58:00 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment