Sunday, September 16, 2012

Love is a fiction that we believe

Pada suatu keadaan yang paling menyakitkan dalam koridor cinta, maka pertanyaan yang mendasar akan muncul yaitu apakah sebenarnya arti cinta? mengapa bagi sebagian orang cinta itu menyenangkan dan bagi sebagian lainnya justru membawa penderitaan?
Bagi mereka yang menerima kebahagiaan dari cinta tentu saja kecil kemungkinan akan mempertanyakan pertanyaan tersebut, tapi bagi yang tengah menderita justru karena mengagungkan cinta (spt kata Ebiet G Ade) maka pertanyaan mendasar tentang arti cinta itu akan muncul.
Tidak ada suatu kajian resmi tentang arti dan range dari cinta. Cinta lebih kepada sesuatu yang abstrak bahkan termasuk dalam kategori fiksi, namun (celakanya) jutaan mahluk hidup terlanjur menyakininya bahwa cinta itu ada di sekitar kita. Karena cinta adalah sebuah fiksi, maka sah sah saja jika seseorang mengartikan cinta itu kedalam versi kesepakatannya masing masing. Ada yang mengatakan bahwa cinta itu sebuah rasa memberi dan diberi yang luar biasa (super kalo kata pak mario) , ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu adalah penderitaan, bahkan ada yang berpendapat bahwa cinta itu sebenarnya hanyalah sebuah simbiosis mutualisme. Maka sebuah kesimpulan yang bisa diambil adalah : jangan pernah memaksakan arti cinta kepada orang lain, karena mereka juga punya hak dalam memaknainya. Jangan bekutat soal makna, tapi ikutilah alirannya sepahit apapun jalan ceritanya.

0 comments: